Guru Sabdo Roso

Banyak orang tersesat bukan karena mempelajari ilmu yang salah, melainkan karena mempelajari ilmu yang benar di waktu yang belum tepat. Peta ini dipakai untuk menjawab satu pertanyaan: ilmu ini pener tidak untuk saya sekarang?

Tahapannya saling menumpuk, bukan lima anak tangga yang terpisah. Kanuragan mulai saat kanoman masih berjalan; kasepuhan mulai saat kadonyan masih berjalan.

Angka umurnya anjuran leluhur, bukan vonis. Kalau umurmu tidak persis sesuai, itu bukan tanda terlambat atau gagal — yang menentukan kematangan laku, bukan angka.

  1. 1Ilmu KanomanSD sampai SMA (idealnya — anjuran leluhur, bukan vonis)Fondasi paling awal: mengerti benar dan salah, adab, dan cara beradaptasi.
  2. 2Ilmu Kanuraganmulai SMP sampai kuliah (idealnya — anjuran leluhur, bukan vonis)Masa olah rogo dan tirakat, saat fisik dan semangat sedang kuat-kuatnya.
  3. 3Ilmu Kadonyanusia produktif sampai kira-kira 45 tahun (idealnya — anjuran leluhur, bukan vonis)Masa produktif: menuntaskan urusan dunia supaya ia tidak ikut terbawa nanti.
  4. 4Ilmu Kasepuhankira-kira 30 sampai 45 tahun (idealnya — anjuran leluhur, bukan vonis)Ilmu pangemong: merawat seluruh warna nafsu, bukan membunuhnya.
  5. 5Ilmu Kasampurnankira-kira 45 sampai 60 tahun (idealnya — anjuran leluhur, bukan vonis)Fana yang utuh, dan menyiapkan kematian yang indah.

Kalau merasa sudah lewat fasenya

Peta ini bukan jadwal yang menutup pintu. Orang dewasa yang belum tuntas di tahap awal tetap bisa — dan memang perlu — kembali menuntaskannya. Yang tidak dianjurkan adalah melompat: mengambil istilah yang tinggi tanpa pijakan yang menopangnya.

Kerangka untuk menimbangnya dibahas di Benar Belum Tentu Pener, dan sikap situs ini terhadap ilmu alat ada di Ilmu Alat: Kenapa Situs Ini Tidak Menyensornya. Seluruh peta ini dijalani secara utuh dalam Nafas Batin: Semedi Jagad Ageng.