Penutup
Glosarium Istilah Inti
Daftar ini juga tersedia sebagai halaman tersendiri yang terus diperbarui: Glosarium Istilah Inti.
- Ashram
- Tempat pengasingan spiritual — dalam konteks buku ini: metafora untuk sikap lari dari hiruk-pikuk dunia demi keselamatan atau ketenangan diri sendiri. Semar memilih among di tengah daripada ashram.
- Eling
- Kesadaran untuk kembali hadir dan mengingat pusat diri serta arah kepada Tuhan.
- Waspada
- Kejernihan yang mengamati pikiran, rasa, dan tindakan tanpa tergesa-gesa bereaksi.
- Roso
- Kepekaan batin untuk merasakan makna secara langsung; bukan sekadar emosi atau pikiran.
- Nafas Roso
- Latihan napas sadar 4/4/6 yang memadukan penyelarasan, hening, pelepasan, dan laku keseharian. Metode ini berakar pada Pernapasan Tauhid, lalu disajikan secara universal.
- Nglaras / Nglarasake
- Mengharmonisasi, menyelaraskan frekuensi batin secara sadar. Akar kata laras (laras gamelan) — tradisi Jawa tidak mengenal "setem" (setel radio modern), melainkan nglaras sebagai kerja batin untuk menyelaraskan roso dan kehendak dengan arah yang lurus. Bentuk transitif nglarasake berarti menyelaraskan sesuatu (napas, rasa, niat). Sinonim halus: ngelaras.
- LĀ–ILĀ–HA–ILLALLĀH
- Pilihan lafaz bagi Muslim dalam Nafas Roso. LĀ–ILĀ–HA dipetakan sebagai rangkaian bunyi pada tarikan dari perut ke dada lalu ubun-ubun; ILLALLĀH menyertai hembusan. Makna hanya dilekatkan pada kalimat lengkap lā ilāha illallāh: tiada sesembahan yang berhak disembah selain Allah.
- Roso Samar
- Tahap setelah kalibrasi ketika napas kembali alami dan doa atau dzikir menjadi sangat pelan selama 5–15 menit.
- Hening Sirr
- Tahap tanpa hitungan dan tanpa suara; hanya makna, rasa, dan kehadiran di kedalaman batin.
- Sangkan Paraning Dumadi
- Kesadaran tentang asal dan tujuan keberadaan: dari mana manusia datang dan ke mana ia kembali.
- Sedulur Papat Limo Pancer
- Peta simbolik Kejawen tentang empat saudara batin dan manusia sebagai pancer atau pusat yang mengasuh serta menyelaraskan.
- Jagad Cilik
- Dunia kecil dalam diri manusia: tubuh, pikiran, rasa, kehendak, dan kesadarannya.
- Jagad Gede
- Alam yang lebih luas; semesta tempat Jagad Cilik hidup dan berhubungan.
- Pancer
- Pusat kesadaran yang tidak sekadar mengikuti dorongan, tetapi mampu menyaksikan dan menentukan laku.
- Tirakat
- Laku pembatasan diri secara sadar untuk menjernihkan niat, perhatian, dan kebiasaan.
- Topo
- Latihan disiplin dan pengendalian diri untuk mengurangi kebisingan batin.
- Menekung
- Duduk hening dalam doa dan perhatian batin yang mendalam.
- Suwung
- Keheningan yang lapang ketika cerita ego mereda; bukan kehampaan tanpa makna.
- Sumeleh
- Berserah setelah berusaha dengan sungguh-sungguh, tanpa kehilangan tanggung jawab.
- Sanepo
- Ungkapan simbolik atau perumpamaan yang dibaca dengan rasa dan perenungan.
- Kasyaf
- Tersingkapnya pemahaman atau persepsi batin. Pengalaman ini tetap perlu diuji melalui waktu, akhlak, dan kenyataan.
- Kelir
- Layar putih dalam pertunjukan wayang kulit — tempat bayangan wayang dimainkan. Dalam buku ini: metafora panggung kehidupan tempat dalang (kesadaran) memainkan lakon.
- Musyahadah
- Kesadaran menyaksikan tanda-tanda kehadiran Ilahi dengan hati yang jernih.
- Fana'
- Meredanya keakuan dan keterikatan pada ego dalam kesadaran kepada Tuhan.
- Manunggaling Kawula Gusti
- Ungkapan mistik tentang kedekatan hamba dengan Tuhan; bukan penyamaan manusia dengan Tuhan, melainkan luluhnya kehendak ego dalam penghambaan.
- Ruwat
- Laku simbolik untuk menandai pembersihan, pelepasan beban, dan pembaruan niat.
- Katarsis
- Pelepasan, penyucian, atau pelampiasan emosi yang terpendam — sering tiba setelah laku batin yang dalam.
- Suksma
- Jiwa atau roh halus yang menjadi inti kesadaran di balik tubuh dan pikiran.
- Sirr
- Rahasia batin; lapisan kesadaran paling hening tempat komunikasi dengan Yang Sumber terjadi tanpa kata. (Lihat: Hening Sirr)
- Basirah
- Mata hati; kepekaan batin yang menangkap esensi makna, nilai, dan arah secara langsung.
- Wasita
- Bisikan atau petunjuk batin yang diterima dalam keheningan; perlu diuji dengan akhlak dan kenyataan.
- Ngemong
- Mengasuh dengan kesadaran penuh — sikap batin yang membimbing, bukan menguasai, terhadap seluruh isi jagad cilik.
- Blencong
- Lampu batin atau penerang spiritual — kemampuan untuk "melihat" arah dan makna di tengah kegelapan ego/pikiran.
- Lawwamah
- Jiwa yang mencela — dalam tasawuf: an-nafs al-lawwāmah, dorongan batin yang mengkritik diri setelah berbuat. Dalam buku ini: insting bertahan (Air/Putih) yang mengatur lapar, simpan, rasa aman. `Aluamah` adalah varian Jawa dari akar kata yang sama, yang dalam Sedulur Papat klasik menempati elemen Tanah/Hitam (kerakusan). Buku ini memetakan ulang Lawwamah ke Air/Putih — lihat catatan di section Empat Wajah Nafsu.
- Aluamah
- Varian Jawa dari Lawwamah (Arab: al-lawwāmah). Dalam Sedulur Papat klasik: Tanah/Hitam — nafsu kerakusan, perut, insting biologis. Dalam buku ini disebut konsisten sebagai Lawwamah dengan pemetaan yang berbeda. → lihat Lawwamah.