Buku · Gurusabdo Pustaka Indonesia
Kawruh Pitulung
Tuntunan Laku Ruwat, Hening, dan Welas Asih

Buku saku ini adalah sebuah pintu bagi siapa pun yang ingin melangkah ke ruang daya ruwat: memakai air sendang dan garam samudra sebagai perantara, sambil belajar hening, berdoa dengan jujur, dan menyalakan hidup untuk sesama. Di dalamnya: hakikat pitulung, lima ilmu, Nafas Roso dan laku suwung, tembung lintas keyakinan, empat laku hajat, serta tujuh malam laku yang bisa kau jalani sendiri. Untuk siapa pun, dari keyakinan apa pun.
- Penulis
- Guru Sabdo Roso
- Ukuran
- A6 (10,5 × 14,8 cm)
- Tebal
- 188 halaman (xiv + 174)
- Terbitan
- Cetakan pertama, Oktober 2026 · Edisi Komunitas
- ISBN
- Menyusul pada cetakan berikutnya
Pesan Buku Kawruh Pitulung
Rp 70.000
Pre-order
Usahakan ikhtiar medis dulu: laku berjalan seiring pengobatan, tidak menggantikannya.
Pesan WhatsApp terisi otomatis. Tinggal lengkapi nama, alamat, dan kode pos untuk menghitung ongkir. Info pengiriman · Syarat pemesanan
Isi buku
Disusun seperti perjalanan dalam 6 langkah. Boleh dibaca berurutan, atau masuk dari pintu yang paling Anda butuhkan.
- Bagian Satu · HakikatMemahami dari mana pitulung datang, dan untuk apa hidup menyala.
- Bagian Dua · Tiga DayaMengenal daya alam, daya welas asih, dan daya doa.
- Bagian Tiga · Jalan SendiriBerlatih Nafas Roso, semedi, dan laku suwung.
- Bagian Empat · SaranaMengenal kisah Tirto Kamandanu, pitu sendang, dan Segoro Kidul.
- Bagian Lima · Wedaran Laku & DoaMenjalankan tembung, tata laku air dan garam, dan empat laku hajat.
- Bagian Enam · MenjalaniMenghidupi tujuh malam laku, lalu topo ngerame.
Sepatah Kata
Sedulur,
Buku ini lahir dari perjalanan yang hening: dari mata air sendang, dari deburan samudra, dari malam-malam tirakat, dan dari orang-orang yang datang mengetuk pintu membawa beban yang menumpuk di pundaknya. Saya tidak menuliskannya sebagai orang yang sudah selesai, melainkan sebagai teman seperjalanan yang kebetulan melangkah sedikit lebih dulu.
Catatan ini adalah ikhtiar merangkum kitab tanpa tulis: kawruh yang dipetik dari laku dan kesaksian batin, bukan dari kutipan atau hafalan. Ia tidak hadir untuk mengubah, apalagi menggantikan, agamamu. Ia hanya ingin menemanimu menemukan jalan pulang ke ruang heningmu sendiri.
Air dan garam yang menyertai buku ini hanyalah perantara alam. Bila kelak engkau telah berdiri tegak dan tidak lagi membutuhkannya, saat itulah buku ini purna menunaikan tugasnya.
Rahayu.
Bacaan terkait
- Apa Itu Laku? Penjelasan untuk yang Baru Pertama Mendengarnya
Kata 'laku' sering muncul di situs ini tanpa penjelasan, seolah semua orang sudah tahu artinya. Artikel ini untuk yang belum familiar — apa itu laku, dan kenapa ia berbeda dari sekadar kebiasaan baik.
- Apa Fungsi Ritual Sebenarnya dalam Laku Jawa?
Slametan dudu mangan tok — slametan iku ngrangkul jagad cilik karo jagad gede. Ritual bukan sekadar tata cara, ia bahasa yang membantu manusia mengingat bahwa dirinya bukan pemilik mutlak hidup, hanya tamu yang diberi slamet.
- Neng, Ning, Nung, Nang: Empat Tahap Menata Batin
Neng, Ning, Nung, Nang bukan sekadar rangkaian kata dalam kawruh Jawa. Ia dapat dibaca sebagai perjalanan dari hening, kejernihan, keteguhan laku, hingga kemenangan atas diri sendiri.